Angola Melarang Islam. Fakta atau Hoax? - IMedia9 - Moslem

Breaking

Monday, September 12, 2016

Angola Melarang Islam. Fakta atau Hoax?



Apakah anda pernah mendapatkan berita/boardcast yang mengabarkan tentang agama islam dilarang di Angola dan meminta seluruh umat Islam di Indonesia untuk bereaksi dan menyebarkannya secara viral? Ada sebagian yang mengaitkannya dengan aksi bela Islam beberapa waktu lalu. Ada pula yang mengaitkannya dengan rencana Cina yang ingin 'menjajah' Indonesia melalui perekonomian. Beberapa website bahkan menyebutkan jika Indonesia merupakan 'The Next Angola', yang berarti apa pun yang telah terjadi di Angola besar kemungkinan akan terjadi pula di Indonesia.
Pertanyaannya adalah apakah semua pemberitaan itu: fakta atau hoax?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentunya kita perlu memperhatikan terlebih dahulu sumber utama dari seluruh pemberitaan tadi. Secara umum, pemberitaan yang disebarkan oleh media online Indonesia tersebut berasal dari media online luar negeri yaitu MorrocoWorld dan DailyMail.
Berita tersebut memang menjadi viral pada tahun 2013, tepatnya pada tanggal 25 November 2013.

angola-1
angola-2

Beberapa sub judul bahkan menyebutkan jika Islam di anggap sebagai sebuah sekte, kelompok teroris, representasi teroris dan sebagainya.
Yang menarik, sehari setelah berita ini viral di media, pihak pemerintah Angola segera melakukan klarifikasi terhadap berita yang sudah terlanjur viral tersebut. Berita mengenai klarifikasi hal tersebut dimuat di berbagai media online, beberapa di antaranya adalah International Bussiness News dan Dailiy Maverick.

angola-3 angola-4

Media tersebut meluruskan jika yang terjadi di Angola tidaklah seperti yang diberitakan, tetapi sedikit lebih 'kompleks' dari itu. Permasalahannya di mana sebenarnya? Jika ditelusuri memang permasalahan berita ini sedikit mirip dengan yang terjadi di Indonesia. Yaitu terletak pada persepsi adanya kata 'Pakai' atau tidak.

Maksudnya bagaimana?

Kunci permasalahan di Angola terletak pada kalimat yang diungkapkan oleh Roza Cruz sebagai menteri kebudayaan Angola. Berikut kutipannya:
Rosa Cruz, the Southwest African nation’s minister of culture, allegedly noted: “The process of legalization of Islam has not been approved by the Ministry of Justice and Human Rights, their mosques would be closed until further notice.”

Artinya agama Islama TIDAK DILARANG di Angola, hanya BELUM DI SETUJUI. Dan masjid-masjid yang digunakan untuk beribadah TIDAK DIHANCURKAN hanya DITUTUP sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Perlu diingat adalah informasi mengenai hal ini mulai beredar pada akhir tahun 2013. Sebagai seorang muslim kita perlu berprasangka baik. Bagaimana pun, penganut Islam merupakan kaum minoritas di Angola. Barangkali pemerintah Angola memang membutuhkan waktu barang satu atau beberapa bulan untuk menentukan proses legalisasi Islam di Angola.
Angola memang memiliki aturan tersendiri mengenai agama. Berdasarkan Konstitusi Angola (2010), pemerintah Angola menjamin kebebasan beragama dengan syarat sebagai berikut:
  1. Grup keagaman harus memberikan petisi/aplikasi kepada pemerintah untuk mendapatkan legalisasi
  2. Setelah legalisasi keagamaan di dapatkan, para penganutnya diijinkan untuk membangun tempat-tempat ibadah
  3. Grup keagaman harus memiliki sedikitnya 100.000 pengikut
  4. Dan dari jumlah tersebut harus tersebar sedikitnya di 12 dari 18 propinsi di Angola
Berdasarkan seluruh pemberitaan tersebut dan juga isi dari Konstitusi Angola, maka dapat kita simpulkan bahwa agama Islam memang terpaksa dilarang di Angola. Atau jika ingin kalimatnya lebih sopan, agama Islam belum mendapatkan legalisasi di Angola. Tidak perduli apa pun kalimat yang digunakan, pada intinya saudara-saudara kita di Angola masih sangat kesulitan untuk dapat menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

Dan semua ini bermuara pada hukum yang berlaku di Angola. Siapakah yang membuat hukum tersebut? Kenapa hukum tersebut seolah-olah mempersulit kaum penganut minoritas? Silahkan anda jawab sendiri.

Ini adalah dunia manusia. Hukumnya hukum manusia. Permainannya permainan manusia. Sehingga jika seorang muslim ingin agar agama Islam dan para penganutnya dapat menjalankan ibadah dengan tenang, jangan pernah membiarkan posisi penguasa hukum, pembuat hukum, penulis catatan hukum, dan pengesah hukum dan undang-undang jatuh ke tangan non-muslim.
Anda tidak ingin Indonesia seperti Angola bukan? Tidak, tidak. Sekali lagi agama Islam TIDAK DILARANG. Hanya agama Islam BELUM DILEGALISASI.
Renungkanlah.

No comments:

Post a Comment