Cerita Kurma Busuk: Abdurrahman Bin Auf Saudagar Yang Gagal Menjadi Miskin - IMedia9 - Moslem

Breaking

Wednesday, April 25, 2018

Cerita Kurma Busuk: Abdurrahman Bin Auf Saudagar Yang Gagal Menjadi Miskin



Rasulullah Shallaalahu Alaihi Wassalam pernah menyampaikan kabar kepada salah satu sahabatnya Abdul Rahman bin Auf Radhiyallahu Anhu bahwa ia akan masuk ke syurga secara perlahan dan merangkak  dikarenakan terlalu kaya. Hal ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama di akhirat. Hisab untuk orang-orang kaya akan terdiri dari dua pertanyaan yaitu darimana harta itu di dapat dan dipakai untuk apa saja. Setelah mendengarkan ini, Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu pun memutar otaknya dan berfikir keras. Bagaimana agar dia bisa menjadi miskin sehingga dapat masuk syurga lebih awal.

 Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Hal ini menyebabkan seluruh harga kurma jatuh. Abdurahman bin Auf Radhiyallahu Anhu melihat hal ini sebagai sebuah peluang besar untuk bisa menjadi miskin. Dia pun lalu menjual semua hartanya dan memborong semua kurma busuk milik para sahabat tadi dengan harga kurma bagus. Alhamdulillah. Semuanya bersyukur. Para sahabat bersyukur karena kurma yang semula dikhawatirkan tidak laku, telah diborong habis semuanya.

Sementara Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu bersyukur karena akhirnya dia bisa menjadi miskin. Namun sebaik-baiknya pembuat rencana adalah Allah 'Azza Wa Jalla. Barang siapa yang berbuat kebaikan di jalan Allah maka Allah pasti akan membalas kebaikan tersebut berkali-kali lipat. Hal ini pula yang akhirnya dialami oleh Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu. Alih-alih jatuh miskin karena memborong kurma busuk itu, Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu justru malah mendapatkan harta berkali-kali lipat.

 Tak berapa lama setelah Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu memborong kurma busuk, tiba-tiba datang utusan dari Yaman membawa berita jika Raja Yaman mencari kurma busuk. Rupanya di Yaman sedang terjadi wabah penyakit menular. Dan satu-satunya obat yang bisa digunakan untuk  menyembuhkannya adalah KURMA BUSUK! Utusan Raja Yaman itu untuk berniat memborong semua kurma busuk milik Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Subhanallah.

Janji Allah sungguh benar adanya. Dari kisah ini dapat kitasimpulkan bahwa satu-satunya pemberi rizki yang hak adalah Allah 'Azza Wa Jalla. Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu bukan menjadi karena kurma bagus, kurma busuk atau pun utusan dari Raja Yaman. Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu menjadi semakin kaya disaat dia justru ingin menjadi miskin. Padahal keinginan utamanya adalah untuk menjadi orang yang lebih dekat dengan Allah 'Azza Wa Jalla. Yang Maha Tinggi, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kaya, Yang Maha Pemberi Rezeki.

Siapa Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu 

Abdurrahman Bin Auf Radhiyallahu Anhu adalah salah seorang sahabat Rasulullah yang terkaya sebagaimana juga halnya dengan Saiyidina Utsman Bin Affan Radhiyallahu Anhu. Menurut ahli sejarah, Abdurrahman Bin Auf Radhiyallahu Anhu dilahirkan 10 tahun sesudah tahun gajah dan beliau hidup sebagai seorang pemuda Quraisy di kota Mekkah yang ketika itu penuh dengan bermacam-macam kemaksiatan jahiliah berupa penyembahan berhala maupun kejahatan-kejahatan lainnya. Namun demikian Abdurrahman Bin Auf Radhiyallahu Anhu  terhindar dan bermacam-macam kejahatan yang berleluasa ketika itu.

Bahkan sebelum memeluk agama Islam, Abdurrahman Bin Auf Radhiyallahu Anhu  telah mempunyai anggapan bahwa arak itu adalah minuman terlarang. Abdurrahman Bin Auf Radhiyallahu Anhu telah memeluk Islam sebelum Rasulullah Shallaalahu Alaihi Wassalam memasuki Darul Arqam lagi. Dengan hal demikian nyatalah bahawa beliau tergolong orang-orang Islam yang permulaan dan menurut riwayat beliau adalah salah satu dari 8 orang-orang yang pertama kali memeluk Islam.

 Adapun nama Abdurrahman (Abdul Rahman) berasal dari namanya sebelum beliau memeluk Islam ialah Abdul Ka'abah. Setelah memeluk Islam beliau menukar namanya kepada Abdul Rahman. Abdurrahman Bin Auf Radhiyallahu Anhu mempunyai satu keistimewaan yang khas yaitu ketika berjuang untuk menegakkan agama Allah, ia akan berjuang bukan saja dengan pedang tetapi juga bahkan dengan harta dan kekayaannya. Di antara para sahabat, beliau adalah salah satu yang paling banyak mengorbankan kekayaannya untuk memperjuangkan kepentingan Islam. Abdurrahman Bin Auf Radhiyallahu Anhu pernah membagikan kekayaannya untuk dibagikan kepada fakir miskin dan pernah pula menyerahkan seluruh kekayaannya untuk keperluan sabilillah demi menegakkan panji-panji Islam.

  (Dikompilasi dari berbagai sumber)

No comments:

Post a Comment