AMALAN-AMALAN UTAMA DIBULAN RAMADHĀN, BAGIAN 03 - IMedia9 - Moslem

Breaking

Friday, May 4, 2018

AMALAN-AMALAN UTAMA DIBULAN RAMADHĀN, BAGIAN 03


Amalan yang hendaknya kita perbanyak dan merupakan salah satu ghanimah (kesempatan) kita untuk memperbanyak timbangan amal kebaikan terutama di bulan Ramadhān.

(3) Yaitu dengan kita menjadi muadzin atau berdo'a setelahnya, atau bisa kedua-duanya.

Dari Jābir bin Abdillāh bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

من قال حين يسمع النداء: اللهم رب هذه الدعوة التامة والصلاة القائمة، آت محمداً الوسيلة والفضيلة، وأبعثه مقاماً محموداً الذي وعدته، حلت له شفاعتي يوم القيامة

Barangsiapa yang tatkala dia mendengar adzan dan dia berdo'a:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

(Yā Allāh, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalāt (wajib) yang didirikan, berikanlah Al Wasīlah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi) dan fadhilah kepada Muhammad. Dan bangkitkan Beliau sehingga bisa menempati maqām terpuji yang telah Engkau janjikan)

Maka dia berhak mendapatkan syafā'atku pada hari kiamat.

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Imām Ahmad)

Begitu juga dari Abdillāh bin 'Amriy bin Al Āsh radhiyallāhu Ta'āla 'anhumā:

أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى الهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى الهُي عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا الهَو لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِي إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ الهِر وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

Bahwasanya dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Jika kalian mendengar muadzin, maka jawablah seperti apa yang ia (muadzin) katakan, kemudian bershalawatlah untukku, karena barangsiapa yang bershalawat untukku, maka Allāh akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintakanlah kepada Allāh untukku al wasīlah, karena ia adalah satu kedudukan di surga yang tidak sepatutnya, kecuali untuk seorang hamba Allāh; dan aku berharap, (bahwa) akulah ia. Barangsiapa yang memohonkan untukku al wasīlah, maka akan mendapat syafā'atku."

(Hadīts riwayat Imām Muslim dan Abū Dāwūd)

Sabda beliau yang lain:

الدعاء بين الأذان والإقامة مستجاب فادعوا

“Do'a antara adzan dan iqāmah adalah do'a yang mustajāb, maka berdo'alah."

(Hadīts shahīh riwayat Abū Ya'la dalam shahīh Al Jamī')

⇒ Maka do'a ini secara umum (antara adzan dan iqāmah) dan termasuk juga do'a seseorang setelah  mendengar adzan.

Kemudian sabda Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam yang lain:

الدعاءمستجاب بين النداء والإقامة

"Do'a itu mustajāb antara adzan dan iqāmah."

⇒ Ini juga hadīts yang sama.

Begitu juga hadīts yang lain.

 الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة
 
"Do'a antara adzan dan iqāmah tidak ditolak."

⇒ Ini hadīts-hadīts yang disebutkan tentang keutamaan berdo'a, terutama berdo'a setelah adzan.

Dari Abdillāh bin Amrin berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

يا رسول الله إن الْمُؤَذِّنَ يفتلن،


"Wahai Rasūlullāh, sesungguhnya muadzin itu memiliki keutamaan di atas kami."

Para muadzin akan dipanjangkan lehernya pada hari kiamat, pahalanya cukup banyak.

⇒ Artinya para shahābat iri karena muadzin memiliki keutamaan yang besar.

Oleh karena itu di antara amalan adalah hendaknya apabila kita bisa maka kita menjadi seorang muadzin (menyampaikan adzan).

Maka Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam menjawab:

قُلْ كَمَا يَقُولُونَ فَإِذَا انْتَهَيْتَ فَسَلْ تُعْطَهْ

"Katakanlah sebagaimana yang dia katakan. Kalau kamu sudah mengucapkan maka hendaklah kamu berdo'a minta kepada Allāh niscaya akan dikabulkan segala permintaan yang panjatkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla."

(Hadīts ini shahīh riwayat Abū Dāwūd dan An Nassā'i dan dishahihkan oleh Syaikh Albāniy rahimahullāh)

Demikian yang bisa saya sampaikan mudah-mudahan bermanfaat.

No comments:

Post a Comment