AMALAN-AMALAN UTAMA DIBULAN RAMADHĀN, BAGIAN 06 - IMedia9 - Moslem

Breaking

Tuesday, May 8, 2018

AMALAN-AMALAN UTAMA DIBULAN RAMADHĀN, BAGIAN 06


Shalāt dua raka'at qabliyyah fajr (shubuh) merupakan satu amalan yang senantiasa dilakukan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Di antara hadīts yang menyebutkan tentang itu, adalah hadīts dari 'Āisyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā.

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مَنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

"Dua raka'at (sebelum) fajr (shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya."

(Hadīts riwayat Muslim nomor 725)

Dalam riwayat yang lain.

لَهُمَا أَحَبُّ إِلَيَّ مَنَ الدُّنْيَا جَمِيْعًا

"Dua raka'at itu lebih aku cintai ketimbang seluruh dunia."

(Hadīts riwayat Muslim)

Dalam hadīts yang lain.

Dari Bilāl radhiyallāhu Ta'āla 'anhu:

أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُؤْذِنَهُ بِصَلَاةِ الْغَدَاةِ فَشَغَلَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا بِلَالًا بِأَمْرٍ سَأَلَتْهُ عَنْهُ حَتَّى فَضَحَهُ الصُّبْحُ فَأَصْبَحَ جِدًّا قَالَ فَقَامَ بِلَالٌ فَآذَنَهُ بِالصَّلَاةِ وَتَابَعَ أَذَانَهُ فَلَمْ يَخْرُجْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا خَرَجَ صَلَّى بِالنَّاسِ وَأَخْبَرَهُ أَنَّ عَائِشَةَ شَغَلَتْهُ بِأَمْرٍ سَأَلَتْهُ عَنْهُ حَتَّى أَصْبَحَ جِدًّا وَأَنَّهُ أَبْطَأَ عَلَيْهِ بِالْخُرُوجِ فَقَالَ إِنِّي كُنْتُ رَكَعْتُ رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ أَصْبَحْتَ جِدًّا قَالَ لَوْ أَصْبَحْتُ أَكْثَرَ مِمَّا أَصْبَحْتُ لَرَكَعْتُهُمَا وَأَحْسَنْتُهُمَا وَأَجْمَلْتُهُمَا

Bahwasanya beliau pernah datang kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam untuk menyerukan ādzan subuh. Lalu ‘Āisyah menyibukkan Bilāl dengan suatu perkara yang ia tanyakan, hingga waktu pagi datang dengan cerah.

Katanya, lalu Bilāl berdiri mengumandangkan ādzan untuk shalāt. Dan ādzan di kumandangkan dengan sempurna.

Namun Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak kunjung keluar.

Setelah beliau keluar mengerjakan shalāt dengan orang-orang, disampaikanlah kepada beliau bahwa dia (Bilāl) disibukkan dengan suatu urusan yang ditanyakan 'Āisyah sampai tiba waktu pagi yang cerah, sehingga dia membuat beliau juga terlambat keluar.

Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya aku tengah mengerjakan shalāt sunnah fajar dua raka'at."

Bilāl berkata:

"Wahai Rasūlullāh, sesungguhnya anda berada di pagi yang sangat cerah?"

Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Sekiranya aku kesiangan dan lebih siang daripada sekarang ini, pasti aku akan tetap mengerjakan dua raka'at tersebut, dan aku akan memperbaiki dan memperbagus kedua raka'at tersebut."

(Hadīts riwayat Imām Abū Dāwūd nomor 1257 dan Imām Ahmad nomor 22785, lafazhnya milik Imam Abū Dāwūd)

⇒ Ini menunjukkan bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam sangat perhatian dengan shalāt dua raka'at sebelum shubuh.

Kemudian hadīts yang lain yang menunjukkan pentingnya shalāt ini.

Dari Hafshah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā, beliau berkata:

كَانَ رسول الله صلى الله عليه وسلم إذَا طَلَعَ الفَجْرُ لا يُصَلِّي إلا رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ

"Bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam apabila telah masuk waktu fajr (shubuh) maka beliau tidaklah shalāt fajr kecuali setelah beliau shalāt dua raka'at yang ringan (yaitu) shalāt qabliyyah shubuh."

(Hadīts riwayat Muslim nomor 1185, versi Syarh Muslim nomor 723)

Dari hadīts yang lain.

Dari Āisyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā, beliau berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم لَمْ يَكُنْ عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مُعَاهَدَةً مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ .

"Bahwasanya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak pernah meninggalkan nawāfil (tidak pernah memegang teguh sesuatu sunnah nawāfil) lebih daripada dua raka'at sebelum shubuh."

⇒ Artinya ini adalah sunnah muakadah sehingga Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak pernah meninggalkan, baik dalam keadaan safar maupun muqīm.

(Hadīts riwayat Muslim nomor 1191, versi Syarh Muslim nomor 724)

Dalam riwayat lain.

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَسْرَعَ مِنْهُ إِلَى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ .

"Saya tidak pernah melihat Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam shalāt lebih cepat (shalāt sunnah) melebihi dari shalāt dua raka'at qabliyyah fajr."

(HR Muslim nomor 1192, versi Syarh Muslim nomor 724)

⇒ Artinya shalāt dua raka'at sebelum shubuh ini dilakukan dengan bacaan yang ringan (bukan bacaan yang panjang) sebagaimana disebutkan: رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ.

Di sini memiliki keutamaan yang sangat besar (yaitu) lebih baik daripada dunia dan seisinya dan ini tidaklah teresapi kecuali oleh orang-orang yang memiliki imān di dalam jiwanya. Bahwasanya apa yang diutamakan (dicintai) oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam itu kita cintai juga.

Bahkan disebutkan di dalam riwayat bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak pernah meninggalkan sedikitpun shalāt dua raka'at sebelum shalāt shubuh baik dalam keadaam safar maupun keadaan muqīm.

Dan apabila beliau tersibukan, beliau akan menggantikan shalāt dua raka'at tersebut setelah shalāt shubuh (sebagai penganti).

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjadikan kita, orang yang bersemangat untuk melaksanakan ibadah shalāt.

Shalāt adalah ibadah yang paling agung disisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan kita bisa mengikuti tuntunan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

No comments:

Post a Comment