Keutamaan Membaca Al-Qur'an Pada Bulan Ramadhan - IMedia9 - Moslem

Breaking

Thursday, May 17, 2018

Keutamaan Membaca Al-Qur'an Pada Bulan Ramadhan



Salah satu amalan yang tinggi pahalanya di bulan Ramadhan adalah membaca atau tadarus Al Quran. Banyak sekali hadits-hadits Nabi shalallahu 'alaihi wasallam yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Al-Qurʻan. Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu 'anhu:

Saya Menyimak Rasulullah shalallahu' alaihi wasallam bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه

“Bacalah oleh kalian Al-Qurʻan. Karena ia (Al-Qurʻan) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa'at bagi orang-orang yang rajin membacanya. ” [HR. Muslim 804].

Nabi shalallahu 'alaihi wasallam ditunjuk untuk membaca Al-Qur`an dengan bentuk perintah yang bersifat sempurna. Hanya membaca Al-Qur`an diperintahkan pada setiap waktu dan setiap kesempatan. Lebih menyalakan lagi pada bulan Ramadhan.

Nanti pada hari Kiamat, Allah subhanahu wata'ala akan menjadikan pahala membaca Al-Qur`an sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, datang memberikan syafa'at dengan seizin Allah kepada orang yang rajin membacanya.

Ketika membaca Al-Qur'an, seorang muslim perlu memperhatikan adap ini untuk menemukan kesempurnaan pahala saat membaca Al-Qur'an:

Awali dengan niatan ikhlas, bukan berniat ingin cari dunia, bukan ingin cari pujian.
Mulut hendaknya dalam keadaan bersih, tidak dalam keadaan berbahaya tidak enak, lebih-lebih lagi rokok rokok.

Membaca dalam kondisi suci, dengan duduk yang sopan dan tenang. Dalam membaca Al-Qur'an seseorang menambahkan dalam kondisi suci. Namun, yang digunakan dalam situasi najis.
Membaca Al Quran inginnya di tempat yang bersih, yang suci. Di masjid tentu lebih utama, juga bisa niatan itikaf.

Imam Nawawi mengatakan, inginlah setiap orang yang duduk di masjid sudah berniat itikaf dlm waktu lama atau sesaat, juga sejak awal masuk.

Hendaknya menghadap kiblat, duduk penuh ketenangan dan sakinah. Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca.

Membaca Al-Qur'an dengan khusyu ', dengan menangis, karena perubahan ayat yang dibaca bisa mengangkat jiwa dan perasaan. Alloh Ta'ala menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hamba-Nya yang shalih, "Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka menambah khusyu '." (QS. Al-Isra': 109).

Membaguskan suara yang membacanya. Disebut sabda Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, “Hiasilah Al-Qur'an dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Membaca Al-Qur'an dimulai dengan isti'adzah. Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya, “Dan bila kamu akan membaca Al-Qur'an, maka mintalah pertobatan untuk Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98).

No comments:

Post a Comment